Paviliun tersebut memfasilitasi 20 usaha kecil dan menengah yang menampilkan produk perhiasan mutiara dan perak, fesyen, pakaian, tas dan sepatu berbahan tenun, songket, batik, kerajinan dari kerang, alumunium, kaca, anyaman bambu, alas kaki dan tas dari kulit, serta produk spa dan aromaterapi.
Selain transaksi yang besar, produk-produk yang dipamerkan juga meraih beberapa penghargaan. Produk lilin aromaterapi dari Kandelaku dan sepatu anak desain lego dari Meta Astari meraih penghargaan dari Majalah Femina. Tak hanya itu, mangkuk keramik dengan desain frangipani (bunga kamboja) dari Celladona dan kotak penyimpanan berbahan dasar aluminium dari Passion for Handicraft berhasil meraih penghargaan di INACRAFT Awards 2014. “Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami karena para pemenang (INACRAFT Awards) ini selanjutnya meraih kesempatan diseleksi dalam kompetisi internasional untuk kerajinan, World Craft Council Awards 2014,” lanjutnya.
Penganugerahan INACRAFT Awards 2014 menyeleksi 21 produk dari sekitar 1.650 peserta dan 19 produk independen yang ada di pameran INACRAFT 2014. Produk-produk yang diseleksi dibagi menjadi tujuh kategori, yakni kategori keramik, kategori serat alam, kategori tekstil, kategori kayu, kategori batu-batuan, kategori metal, dan kategori material lain. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta pameran atas karya terbaik anak bangsa, penghargaan ini memotivasi pengembangan kreativitas para perajin Indonesia.














