Menurut Airlangga, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama sister city antara Jakarta dan Casablanca.
“Dengan adanya penampilan Country of Honour, para perajin Indonesia diharapkan pula dapat melihat dan belajar dari produk kerajinan negara lain serta bisa berkolaborasi untuk semakin meningkatkan daya saingnya,” paparnya.
Pada Inacraft ke-21 ini, Kemenperin menyediakan booth sosialisasi program Ditjen IKMA berupa Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di booth Klinik Pengembangan Desain Kemasan, para pengunjung bisa berkonsultasi terkait kemasan yang tepat untuk produknya.
“Selain itu, mendapatkan ilmu tentang desain merek produk IKM yang baik, sehingga kualitas produk IKM dapat semakin meningkat, baik dari segi kemasan, desain, serta labelling,” ujar Dirjen IKMA.
Lain halnya, di booth Klinik HKI, pengunjung bisa berkonsultasi mendapatkan informasi tentang layanan maupun perlindungan HKI, serta mendapatkan fasilitasi pendaftaran HKI dari Ditjen IKMA Kemenperin.
Tak hanya itu, Kemenperin juga memamerkan produk hasil karya Bali Creative Industri Center (BCIC), dalam hal ini, Ditjen IKMA menginisiasi kolaborasi yang melibatkan jajaran perancang terkemuka Indonesia sebagai motor penggerak inovasi, dengan kriyawan terkurasi sebagai penghasil dari kriya tersebut.















