Lebih lanjut, Umar menjelaskan bahwa semua produk teh Indonesia yang ditampilkan pada World Tea Expo 2015 ini sudah memiliki sertifikasi organik menurut standar AS maupun Eropa. Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles menggandeng tiga perusahaan teh premium dan organik Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu PT. Harendong, PT. Bukit Sari, TehKu, dan GloPac Indonesia yang merupakan produsen paper product packaging. Ketiganya merupakan perusahaan teh yang sudah berhasil menembus pasar internasional.
Saat ini, semakin banyak pecinta teh di AS yang sedang mencari teh premium Indonesia. Indonesian white tea juga sukses memikat para penikmatnya. Charity Chalmers, pemilik toko khusus teh Indonesia di Oregon menyampaikan, “Teh yang dihasilkan Indonesia sangat unik dan memberikan cita rasa yang sangat spesial, khususnya white tea.” Pameran ini berpotensi besar dalam meningkatkan ekspor teh Indonesia ke AS. “Semakin banyak penduduk AS yang mengonsumsi teh. Diproyeksikan pada tahun 2019, konsumsi teh di AS akan meningkat menjadi 0,6 kilogram per kepala per tahun,” ujar Kepala ITPC di Los Angeles, Arief Wibisono.
Berdasarkan data US Department of Commerce, pada tahun 2014 ekspor teh Indonesia ke AS mencapai lebih dari 8,19 juta USD dan menguasai 1,66% pasar teh di AS. Sementara itu, nilai industri teh sampai tahun 2014 adalah sebesar USD 8 miliar dan diperkirakan mencapai USD 15 miliar memasuki tahun 2016. Bahkan, menurut Arief, Starbucks berhasil meningkatkan total pendapatan sebesar 7% dalam tiga tahun terakhir semenjak menggenjot penjualan produk teh mereka. “Hal ini membuktikan bahwa Indonesia berpeluang besar memanfaatkan pasar yang terbuka lebar ini,” tegasnya.













