Tidak kalah pentingnya dengan Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital, Unit Bisnis Distribusi Digital meraih kinerja positif di semester pertama tahun 2022.
Unit Bisnis Distribusi Digital berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7,4 triliun di semester pertama tahun 2022.
Jika melihat dari segmen Commercial, terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 31% QoQ di periode 2Q22, ini menunjukkan bahwa kondisi saat ini sudah cukup stabil bagi perusahaan untuk mengeluarkan budget lebih untuk investasi di TIK.
Peningkatan Unit Bisnis Distribusi Digital sebagian besar didorong oleh penjualan dari sisi Consumer yang menyumbang 48% terhadap total pendapatan Distribusi Digital.
Disisi lain, Telco product memberikan kinerja yang cukup mentereng dimana berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 52% YoY di semester pertama tahun 2022 ini.
“Kami optimistis hingga akhir tahun 2022 dapat meraih pertumbuhan pendapatan 15% dan pertumbuhan laba 20%. Melihat berbagai peluang dengan mulai normalnya pasokan produk TIK dan semakin berkembangnya solusi digital, Kami yakin mampu untuk terus berkembang sebagai penyedia solusi digital dan inovator teknologi yang menjadi pusat aktualisasi ekonomi digital di Indonesia,” tutup Susanto.















