Yang jelas poltical will atau niat baik Capres/Cawapres akan menentukan arah bahtera bangsa lima tahun kedepan.
Dalam sistem politik saat ini RPJMN akan cenderung “bias” kepada kekuasaan. Walaupun saat ini sudah disiapkan rancangan Indonesia Emas 2045, hal ini tidak menjamin adanya keberlanjutan jangka menengah maupun janga panjang program-program pembangunan.
Rancangan teknokratik yang disiapkan oleh Bappenas masih harus diuji secara “politis” sebelum ditetapkan sebagai Keppres.
Banyak sekali tugas pemerintahan baru untuk mewujudkan Visi dan Misinya selama lima tahun mendatang.
Keadaanpun tidak statiswdan berubah terus secara dinamis. Lingkungan strategis terus berubah dengan berjalannya waktu dan kemajuan-kemajuan teknologi yang terus berlangsung. Kabinet Transisi mungkin tidak terlalu diperlukan dan lebih diperlukan untuk panggung politik. Yang lebih diperlukan adalah kesiapan “TIM” Presiden terpilih untuk merespon situasi yang terus berubah namun dengan daya terawang kedepan yang lebih tajam.
Leadership yang visioner menjadi kunci bagaimana perencanaan pembangunan bisa dilakukan dengan lebih baik, berkualitas dan terukur agar efektif dan realistis. Cara kerja secara business as usual (BAU) harus ditinggalkan.













