“Paling tidak satgas penanganan covid harus selalu siaga mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi menjelang akhir tahun.”
Selain itu, lanjut Anas, dalam menangani tren kenaikan kasus baru harus ada evaluasi dan proyeksi yang jelas, seperti meninjau kembali penerapan PPKM di daerah-daerah.
“Harus dicek betul data di daerah, apakah ini (PPKM) level 1 atau 2 dan seterusnya. Jangan sampai keliru, sehingga menyebabkan masyarakat lengah terhadap ancaman Covid,” jelasnya.
Anas juga meminta pemerintah mewaspadai adanya kemungkinan masuk nya varian-varian baru dari luar negeri yang saat ini sudah muncul di negara-negara lain.
Mantan Wakil Sekjen PBNU ini berpendapat tidak ada jalan lain agar Indonesia bisa terbebas dari pandemi ini, selain kesadaran menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan percepatan vaksinasi yang sampai saat baru tercapai 42 persen untuk vaksin dosis ke dua.
“Vaksinasi harus lebih dikebut agar kita lebih cepat mencapai angka 70 persen vaksin sehingga lebih cepat pula kita mencapai titik herd immunity,” pungkasnya.













