Dia menilai, tren kenaikan harga BJBR ditopang oleh membaiknya kinerja keuangan perseroan di Semester I-2021.
“Sepanjang semester pertama, BJBR mempunyai pendapatan dan laba mengalami kenaikan yang ditopang oleh kemampuan pengelolaan kredit,” ucap Reza.
Pada sisi beban, lanjut Reza, BJBR juga mampu melakukan pengelolaan secara baik, sehingga berkontribusi pada peningkatan laba bersih di Semester I-2021.
“Target BJBR kalau dalam waktu dekat 1.450. Tetapi kalau dilihat dari rekomendasi, kisaran 1.800-1.900 itu bisa menjadi acuan target price mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur IT, Treasury & International Banking BJBR, Rio Lanasier mengatakan bahwa perbaikan kinerja keuangan dan operasional perseroan didukung oleh konsentrasi BJBR pada pengembangan layanan digital perbankan.
Rio mengatakan, sejak 2019 perseroan melakukan digitalisasi perbankan dengan meluncurkan kampanye Pasar Ngadigi Online yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja dari rumah melalui penerapan QRIS.
Sehingga, lanjut dia, sejumlah layanan berbasis digital yang dilakukan BJBR telah memudahkan bisnis dalam beradaptasi di masa pandemi Covid-19.
“Hal tersebut sudah diujicoba di beberapa pasar di Kota Bandung. Oleh karenanya, saat pandemi melanda, kami tinggal melakukan penyesuaian pola. Kami juga menyesuaikan fokus perusahaan untuk mendorong financial inclusion lewat digitalitasi perbankan,” papar Rio.














