Dia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 memberikan berkah dalam mempercepat transformasi digital di lini bisnis BJBR.
“Kami sudah siap sebelum kondisi ini tiba. Banyak penerapan inovasi digital yang telah dilakukan. Salah satu momen yang paling berpengaruh, pada saat peluncuran transaksi non-tunai melalui QRIS bank BJB. Sehingga, warga bisa berbelanja secara mobile dengan e-wallet. Hal ini sangat membantu performance BJBR pada 2020-2021,” katanya.
Selain menerapkan inovasi digital pada berbagai produk layanan, lanjut Rio, BJBR juga memanfaatkan digital marketing untuk memperluas jangkauan terhadap nasabah.
Dengan adanya digitalisasi ini, kata dia, sebaran nasabah BJBR akan semakin meluas, sehingga bisa mendorong kinerja bisnis perusahaan.
Pada Semester I 2021, penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) BJBR bertumbuh 12,5 persen (year-on-year) menjadi Rp7,2 triliun.
“Itu baru dari pertumbuhan KPR, belum dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya yang memberikan tambahan bagi perbaikan kinerja BJBR,” ucapnya.
Sementara itu, menurut pengamat pasar modal, Lucky Bayu Purnomo harga saham BJBR akan tetap berada dalam tren menguat hingga akhir tahun.
“Hingga penutupan tahun ini cenderung menguat, targetnya hingga Rp1.625. Jadi ada tren menguat dari harga saat ini,” tegas Lucky.














