JAKARTA-Indonesia berada di peringkat 85 dalam Indeks Global Gender Gap di tahun 2020, meningkat 28 peringkat dibanding tahun sebelumnya.
Ini mengindikasikan tren positif dari partisipasi perempuan dalam ekonomi, kesehatan, dan tingkat pendidikan.
Namun dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan bagi partisipasi perempuan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
“IPM kita, kalau dibagi antara laki-laki dan perempuan, perempuan lebih rendah. Ini berarti perempuan kualitas dihitung dari sisi pendidikan, kesehatan, itu masih mengalami situasi yang lebih buruk dari laki-laki. Partisipasi perempuan di dalam ekonomi kita juga stagnan. Kalau sekarang kita punya menteri perempuan di bidang tenaga kerja, saya berharap partisipasi angkatan kerja akan meningkat. Kalau dihitung dari sisi jumlah upahnya, untuk pekerjaan sama, perempuan dibayar lebih rendah dari laki-laki,” ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar “Perempuan Berdaya Indonesia Maju: Refleksi Awal Tahun 2021, Quo Vadis Perempuan Indonesia”secara daring melalui zoom Kaukus Perempuan Parlemen RI, Senin (04/01).
Padahal, ujar Menkeu, selama pandemi ini partisipasi perempuan Indonesia di pasar keuangan meningkat.














