JAKARTA-Pasca Deklarasi Kemitraan Strategis antara Indonesia-Perancis, tercatat adanya kemajuan yang cukup signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Salah satunya ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan Indonesia dengan Perancis.
Data menyebutkan volume perdagangan Indonesia-Perancis telah mencapai USD 3 miliar pada 2011.
Sementara trend total perdagangan kedua negara selama 5 tahun terakhir (2008-2012) menunjukan angka positif sebesar 5,9%, meski dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, neraca perdagangan Indonesia-Perancis menunjukan angka defisit bagi Indonesia.
“Kemajuan ini memperkuat optimis kami untuk mendorong pemerintah agar berupaya mencapai target nilai perdagangan sebesar USD 5 miliar pada 2015 sebagaimana disepakati kedua pimpinan negara pada 2011,” ujar Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia-Perancis, Abdilla Fauzi Achmad di Jakarta, Rabu (25/9).
Menurut Fauzi, hubungan perdagangan Indonesia-Perancis terus mengalami peningkatan, namun masih ada ruang untuk dioptimalkan.
Neraca perdagangan kedua negara menunjukan defisit bagi Indonesia di 2012 sebesar USD 793,31 juta.
Angka defisit ini meningkat sebesar 10,17% bila dibandingkan dengan periode yang sama 2011 sebesar USD 720,05 juta.













