Seperti diketahui, pemerintah telah mencanangkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Program ini mencakup proyek-proyek ekonomi yang memerlukan investasi.
DPR kata Fauzi mendorong Perancis agar terus meningkatkan investasinya di Indonesia, tidak hanya wilayah Jawa dan Sumatra, tetapi juga ke wilayah lainnya di Indonesia seperti kawasan Timur Indonesia.
Lebih lanjut, DPR jelas Fauzi mendorong terciptanya hubungan ekonomi yang semakin intensif antara Indonesia- Perancis dengan mencari peluang dan potensi yang bisa digali oleh kedua negara.
“Pada 2015, Indonesia akan menjadi bagian dari ASEAN Economic Community (AEC) dengan potensi 600 juta jiwa. Dan Perancis dapat menjadikan Indonesia sebagai ‘economic hub-nya’ kawasan ASEAN untuk perdagangan dan investasi,” imbuh dia.
Fauzi mencatat, ada dua bidang yang harus menjadi fokus kerjasama Indonesia-Perancis. Pertama, kerjasama pendidikan dimana pemerintah Perancis berharap lebih banyak warga Indonesia yang belajar di Perancis.
Dan kedua, kerjasama di bidang IPTEK.
“Perancis menjadi salah satu mitra Iptek Indonesia terkuat sejak 1979,” pungkas dia.













