Lebih lanjut, biaya kantor pusat dan biaya operasional juga berhasil terus diturunkan dari AS$29 juta menjadi AS$25 juta untuk triwulan pertama tahun 2014. Dengan upaya efisiensi yang terus berkelanjutan ini, laba operasi Perseroan mengalami peningkatan menjadi AS$61 juta untuk triwulan pertama tahun 2014, dibandingkan AS$59 juta pada untuk triwulan pertama tahun 2013. EBITDA selama periode triwulan pertama 2014 dibukukan sebesar AS$81,2 juta (dibandingkan dengan AS$82,6 juta untuk periode yang sama tahun 2013). Perseroan membukukan Laba Bersih untuk periode Januari-Maret 2014 sebesar AS$3,6 juta (meningkat dari AS$1,8 juta untuk periode yang sama tahun 2013).
Hingga triwulan I- 2014, ungkapnya Proyek-Proyek Utama Perseroan sudah mengalami beberapa kemajuan yang signifikan. Proyek pengembangan gas Senoro telah mencapai 71% tingkat penyelesaian hingga saat ini. Konstruksi pembangunan kilang Donggi Senoro LNG mencapai tingkat penyelesaian 98% dan ditargetkan akan memperoleh pasokan pertama gas dari lapangan Senoro pada triwulan ketiga tahun 2014. Proyek pengembangan gas Block A juga telah mengalami kemajuan, yang saat ini dalam tahapan finalisasi PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) dengan Pertamina dan PLN, termasuk telah disetujuinya kenaikan harga jual gas. Proyek Pilot Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rimau telah menunjukkan keberhasilannya dengan tercapainya penambahan produksi minyak sesuai yang ditargetkan. Proyek pengembangan minyak di Libya Area 47 telah memulai pekerjaan Detailed Engineering Design (FEED) dan akan dilanjutkan dengan proses pemilihan dan penunjukkan kontraktor EPC pada awal 2015. “Saya yakin MedcoEnergi akan tumbuh pesat dengan selesainya Proyek-Proyek Utama Perseroan, ditandai dengan selesainya Proyek Gas Senoro, yang akan diikuti penyelesaian Proyek-Proyek Utama lainnya pada tahun 2016 dan seterusnya,” pungkasnya.












