Antonius mengklaim, secara keseluruhan capaian kinerja perusahaan terbilang cukup bagus. “Artinya Peruri masih bisa mempertahankan pertumbuhan di atas 20 persen di tengah tuntutan kualitas pelanggan yang semakin meningkat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Antonius mengatakan Peruri berencana untuk mengakuisisi satu perusahaan bergerak di bidang teknologi digital. Untuk itu, perusahaan pelat merah pencetak rupiah tersebut telah menyiapkan dana sebesar Rp 150 miliar. “Diharapkan mampu mendapatkan peluang bisnis digital seperti menjadi integrator National Payment Gateway (NPG),” tuturnya.
Dia mengatakan akuisis bakal dilakukan oleh anak perusahaan Perum Peruri, PT Peruri Digital Security (PDS). Dia memastikan, pihaknya mengincar kepemilikan saham mayoritas. “Untuk merger dan akuisisi, kita cari company small and beautiful,” ujarnya. “Setelah semua pasti, baru kita lakukan due dilligence, akuisisi mayoritas di atas 51 persen,” tambahnya.
Sejauh ini, lanjut Antonius, pihaknya telah membidik lima perusahaan teknologi digital domestik. “Perusahaan domestik, ada lima yang sedang dijajaki tapi nantilah, sedang membuat except dan kriteria, kami sudah survei ke pabriknya,” tandasnya















