JAKARTA – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencetak laba Rp304,71 miliar (Rp28 per saham) pada triwulan I 2025, meningkat 54,21% dari Rp197,68 miliar (Rp18 per saham) pada periode sama 2024.
Menurut laporan keuangan per Maret 2025 yang disampaikan ke BEI, Kamis (24/4/2025), penjualan bersih STAA tumbuh 30,53% menjadi Rp1,66 triliun pada triwulan I 2025, dari Rp1,27 triliun pada triwulan I 2024.
Penjualan STAA pada triwulan I 2025 didominasi oleh produk minyak sawit yakni sebesar Rp1,22 triliun atau sekitar 73,37% dari total penjualan Perseroan. Sedangkan produk minyak inti sawit menyumbang Rp321,31 miliar dan inti sawit sebesar Rp81,52 miliar.
Kenaikan penjualan diikuti peningkatan beban pokok penjualan STAA sebesar 20,49%, dari Rp906,78 miliar pada triwulan I 2024, menjadi Rp1,09 triliun pada triwulan I 2025. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 54,12% menjadi Rp573,72 miliar pada triwulan I 2025, dari Rp369,85 miliar pada triwulan I 2024.
Total aset STAA per Maret 2025 sebesar Rp8,59 triliun, naik 6,28% dari Rp8,08 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2025, masing-masing sebesar Rp2,32 triliun dan Rp6,26 triliun.
Sebagai catatan, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) didirikan pada tahun 1970 di Medan, Sumatera Utara. Ini adalah perusahaan induk dari grup perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan 13 anak perusahaan.














