BNI tetap mengutamakan penyaluran kredit di dalam negeri sehingga komposisi kredit dalam mata uang Rupiah tetap lebih besar, yaitu mencapai 86% atau sama dengan Kuartal III-2013. Pada saat yang sama, BNI tetap memperkuat bisnisnya di luar negeri sebagai salah satu bagian dari antisipasi terhadap berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu indikasinya adalah kredit untuk segmen Internasional yang meningkat 41,4% menjadi Rp 9,80 triliun pada Kuartal III-2014. “Kami memandang, bank asal Indonesia seharusnya sudah memahami pasar di negaranegara ASEAN dari sekarang, bukan setelah berlakunya MEA,” ujar Gatot.













