Sejak satu tahun terakhir, kata dia, permintaan produk berbasis emas di Bank Syariah Indonesia melonjak signifikan.
Animo masyarakat tercermin dari pembiayaan cicil emas yang tumbuh 135% pada Juli 2025 (YOY).
Masyarakat juga menyaksikan harga emas naik cukup tinggi mencapai 40-45% dalam satu tahun.
Saat ini jumlah nasabah emas BSI lebih dari 600 ribu orang baik dari sisi nasabah cicil dan gadai emas, maupun nasabah Tabungan E-mas.
Saldo emas BSI dalam gramase tumbuh 133% (YOY). Sejak layanan BSI Emas diluncurkan, BSI telah menjual lebih dari 1 ton emas.
Dari sisi produk haji dan umrah, saat ini BSI menguasai pangsa pasar Tabungan haji nasional dengan rata-rata jamaah haji nasional yang melakukan pelunasan dari BSI mencapai 80%.
Hingga Juli 2025, jumlah rekening tabungan haji di BSI mencapai 6,33 juta rekening, meningkat 13,51% (YTD) dengan jumlah rekening mencapai 750 ribu rekening baru.
BSI juga berkomitmen membantu nasabah mempersiapkan dana hajinya dengan baik.
Termasuk menyiapkan dana pelunasan haji melalui instrumen syariah Tabungan Emas dan cicil emas BSI Gold agar saat waktu keberangkatan tiba, nasabah tidak kesulitan menyediakan dananya.
Dalam acara Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2025 memberikan penghargaan untuk kategori perbankan yakni, Best Performance Bank, Most Efficient Bank, dan Champion of Growth Bank yang dipilih berdasarkan penilaian kinerja keuangan periode 2022, 2023, dan 2024.













