JAKARTA – Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannache menegaskan Initial Public Offering (IPO) PT ITSEC Asia tahun 2023 bukan sekadar soal pendanaan, tetapi menjadi titik balik dalam membangun dampak jangka Panjang.
“IPO ini mendorong kami untuk menjadi lebih transparan, lebih bertanggung jawab, dan lebih fokus pada permasalahan nyata yang dihadapi klien setiap hari,” ujar Patrick dalam wawancara langsung di program “Market Review” IDX Channe setelah dua tahun PT ITSEC Asia resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam kesempatan tersebut, Patrick membahas perjalanan ITSEC pasca-IPO dan komitmennya dalam melindungi tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil dan masyarakat luas.
“IPO tahun 2023 bukan sekadar soal pendanaan, tetapi menjadi titik balik dalam membangun dampak jangka panjang,” ungkap Patrick.
Sejak mencatatkan saham perdana, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) telah memperluas tim Riset dan Pengembangan (R&D) menjadi lebih dari 40 insinyur lokal.
Sebagian besar dana IPO dialokasikan untuk mengembangkan lini produk keamanan siber perusahaan yang dikenal dengan nama Intellibron.
Solusi Intellibron dirancang khusus untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering kesulitan mengakses perlindungan siber dengan harga terjangkau.














