Dari total SID tersebut, investor reksa dana yang tercatat dalam sistem S-INVEST per 19 Desember 2025 mencapai 18.990.746 SID atau meningkat 35 persen dibandingkan 2024.
S-INVEST merupakan kepanjangan dari Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu, yaitu sistem yang digunakan KSEI untuk pencatatan kepemilikan dan transaksi reksa dana dan produk investasi berbasis dana lainnya.
Sementara itu, jumlah investor yang tercatat dalam sistem C-BEST mencapai 8.504.076 SID atau bertumbuh 33 persen secara tahunan.
C-BEST merupakan singkatan dari Central Depository and Book-Entry Settlement System, yaitu sistem utama KSEI untuk pencatatan dan penyelesaian transaksi Efek seperti saham dan obligasi korporasi.
Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) per 19 Desember 2025 tercatat sebanyak 1.405.712 SID atau mengalami kenaikan 17 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Samsul menilai, pertumbuhan jumlah investor dan SID tersebut mencerminkan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat, yang didukung kemudahan akses investasi melalui teknologi digital.














