JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau disebut BSI mengantongi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Rp7,57 triliun pada 2025. Hasil ini tumbuh 8% dibandingkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp7,006 triliun di tahun 2024.
Menurut laporan keuangan BSI per Desember 2025, Jumat (06/2/2026), peningkatan laba bersih ini mampu mendorong laba bersih per saham BSI naik 8,01% dari Rp151,88 per saham pada 2024 menjadi Rp164,05 per saham pada 2025.
Pertumbuhan laba BSI sejalan dengan peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil. Adapun pendapatan BSI seteleh distribusi bagi hasil tercatat Rp20,795 triliun pada 2025, naik 11,94% dari Rp18,567 triliun pada 2024.
Seiring peningkatan pendapatan, beban operasional lainnya-bersih juga naik 16% dari Rp9,299 triliun menjadi Rp10,787 triliun. Meski begitu, laba operasional BSI tetap tumbuh sebesar 7,87% dari Rp9,278 triliun pada 2024 menjadi Rp10,008 triliun pada 2025. Adapun laba sebelum pajak BSI tercatat Rp9,761 triliun pada 2025, naik 7,86% dari Rp9,050 triliun pada 2024.
Sementara itu, per 31 Desember 2025, dana simpanan wadiah mengalami kenaikan sekiar 22,40% dari Rp74,427 triliun pada 2024 menjadi Rp91,102 triliun pada 2025. Dana simpanan wadiah ini berasal dari giro dan tabungan masing-masing sebesar Rp27,790 triliun dan Rp63,311 triliun pada 2025. Angka ini naik dibandingkan dana simpanan wadiah pada 2024 masing-masing Rp19,147 triliun dari Rp55,280 triliun.















