Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), Anton Hermawan dalam keterangan tertulis, Rabu (05/2/2025) menjelaskan, walau industri perbankan digital menunjukkan prospek cerah di 2025, manajemen Perseroan menyadari berbagai tantangan perlu diantisipasi.
“Berbekal resiliensi yang telah kami bangun sepanjang 2024, kami optimis dapat menjaga keberlanjutan dengan terus memperkuat diversifikasi produk dan inovasi layanan, sehingga setiap solusi keuangan yang kami tawarkan tetap relevan dengan kebutuhan nasabah di era yang dinamis ini,” kata Anton.
Menurut Anton, untuk tetap kompetitif di 2025, bank digital perlu menerapkan strategi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga adaptif dalam merespons tantangan. Dengan pendekatan cepat, ketidakpastian dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan.
Anton memprediksi, salah satu tantangan yang diprediksi akan berdampak besar pada industri perbankan digital adalah pengetatan likuiditas akibat daya beli turun. Pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi sepanjang 2024 menjadi tantangan besar bagi perbankan digital di 2025, terutama karena dampak langsung terhadap likuiditas bank.
Minimnya kenaikan upah serta harga barang yang tetap tinggi mendorong nasabah menarik simpanan mereka, menyebabkan penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan perlambatan pertumbuhan kredit, sebagaimana diproyeksikan dalam Laporan Survei Perbankan Triwulan III 2024 dari Bank Indonesia.













