Hal ini juga menimbulkan kecurigaan masyarakat akan hubungan Partai Demokrat dengan sepakterjang FPI belakangan ini.
“Kami mayoritas masyarakat Indonesia khususnya masyarakat asal NTT sudah gerah dan muak dengan kelakuan organisasi Habib Rizik ini,” tuturnya.
Dia mengaku geram dengan pernyataan BKH ini.
Apalagi, diucapkan oleh seorang politisi yang beragama Kristiani. Hal ini sama saja menistakan dan melukai batin dan nurani semua khususnya masyarakat NTT yang notabene mayoritas orang Kristiani.
Apalagi, dugaan kuat H. Rizik telah menistakan agama Kristen pada 25 Desember 2016 di Pondok Kelapa Jaktim. Dan saat ini, kasusnya tengah ditangani Mabes Polri.
“Kalau Tuhan Beranak Bidannya Siapa” adalah menjadi pernyataan Rizik yang tidak akan kami terima dan maklumi. Padahal anda juga berasal NTT sebagai seorang Kristiani pula dan juga menurut rumor bahwa anda akan maju bertanding pada Pilgub NTT 2018,” terangnya.
“Mayoritas masyarakat NTT diaspora prihatin dan terganggu dengan statement anda sehingga melahirkan berbagai komentar dan cuitan miring tentang anda di berbagai sosial media. Mudah-mudahan anda sudah membaca, melihat dan mendengar sendiri. Kalau anda atau pihak lain mengatakan bahwa ini adalah politik maka sikap kami sebagai masyarakat tetap tidak akan terima dengan maksud statement anda, BKH,” pungkasnya.












