JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD8,76 juta (USD0,00024 per saham) pada semester I 2025, turun 34,13% dibandingkan USD13,30 juta (USD0,0005 per saham) pada periode sama 2024.
Penurunan laba tersebut, menurut laporan keuangan GMFI per Juni 2025, dikutip Kamis (18/9/2025), disebabkan antara lain oleh pendapatan bersih Perseroan yang merosot 17,33% menjadi USD178,95 juta pada semester I 2025, dari USD216,47 juta pada semester I 2024.
Penurunan terbesar pendapatan GMFI semester I 2025, dari bisnis jasa reparasi dan overhaul pesawat yang anjlok 20,78% menjadi USD132,83 juta, dibanding USD167,68 juta pada periode sama tahun 2024. Sedangkan bisnis perawatan pesawat turun 9,6% jadi USD34,63 juta, dari USD38,31 juta di semester I 2024.
Manajemen GMFI mampu menekan turun beban usaha hingga 80,05% dari USD3,78 juta pada semester I 2024, menjadi USD755 ribu pada semester I 2025. Begitu juga dengan beban keuangan yang turun 18,43% menjadi USD9.58 juta.
Akan tetapi, laba sebelum pajak emiten jasa perbaikan dan perawatan pesawat terbang itu anjlok 25,32% menjadi USD9,92 juta pada semester I 2025, jika dibandingkan USD13,28 juta pada periode sama 2024.















