JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp422,05 miliar (Rp228,14 per saham) pada 2025.
Angka ini turun 50,45% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp851,77 miliar (Rp460,42 per saham) pada 2024.
Dalam laporan keuangan DUTI per 31 Desember 2025, dikutip Senin (09/3/2026), terungkap pendapatan usaha Perseroan merosot sekitar 38,23% menjadi Rp2,73 triliun pada tahun 2025, dari Rp4,42 triliun pada 2024.
Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp1,83 triliun pada 2025, merosot 29,9% dari Rp2,61 triliun pada 2024 meski beban pokok penjualan telah menurun 50,22 dari Rp1,812 triliun menjadi Rp901,69 miliar.
Meski total beban usaha menurun 6,4% dari Rp1,25 triliun menjadi Rp1,17 triliun, laba usaha DUTI tetap merosot 51,55% dari Rp1,358 triliun menjadi Rp657,77 miliar pada 2025.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak Rp624,39 miliar, merosot 54,7% dari Rp1,377 triliun pada 2024.
Sementara itu, total aset DUTI naik 12,4% dari Rp14,36 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp16,14 triliun per 31 Desember 2025.
Total liabilitas berkurang 1,2% dari Rp2,49 triliun menjadi Rp2,46 triliun. Sedangkan total ekuitas meningkat 15,2% dari Rp11,87 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp13,68 triliun per 31 Desember 2025.













