JAKARTA-Pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (Uang Beredar dalam arti luas) meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), posisi M2 pada akhir Agustus 2015 tercatat sebesar Rp4.403,0 triliun, atau tumbuh 13,3% (yoy), meningkat sebesar 0,68% dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2015 yang senilai Rp4.373,2 triliun atau tumbuh sebesar 12,5% (y-o-y).
Keterangan tertulis Departemen Komunikasi BI menyebutkan peningkatan pertumbuhan M2 tersebut bersumber dari seluruh komponen M2, yaitu M1, Uang Kuasi, dan Surat Berharga Selain Saham.
Komponen M1 (uang kartal dan giro rupiah) tercatat sebesar Rp1.026,4 triliun, mengalami kenaikan pertumbuhan menjadi 14,6% (yoy) dari 12,3% (yoy) pada Juli 2015. Hal ini sejalan dengan perkiraan membaiknya konsumsi sebagaimana terindikasi dari indeks keyakinan konsumen yang meningkat pada Agustus 2015.
Peningkatan M1 tersebut bersumber dari uang kartal yang tumbuh 6,0% (yoy) pada Agustus 2015, setelah pada bulan sebelumnya mengalami kontraksi 4,7% (yoy). Posisi Uang Kuasi2 tercatat sebesar Rp3.361,1 triliun, atau tumbuh 12,7% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan Juli 2015 (12,4% yoy). Peningkatan pertumbuhan Uang Kuasi terutama dalam bentuk Giro, Tabungan, dan Simpanan Berjangka dalam valas. “Pertumbuhan surat berharga selain saham juga mengalami peningkatan dari 69,0% (yoy) pada Juli 2015 menjadi 94,7% (yoy) pada Agustus 2015,” seperti dikutip dari situs resmi BI, Senin (5/10).














