JAKARTA-Likuiditas perekonomian M2 (uang beredar dalam arti luas) pada Desember 2015 tumbuh 8,9% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,2% (yoy). Berdasarkan komponennya perlambatan M2 bersumber dari pertumbuhan Uang Kuasi (simpanan berjangka dan tabungan, baik rupiah maupun valas, serta giro valas) yang tumbuh sebesar 8,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan November 2015 yaitu sebesar 9,3% (yoy).
Keterangan tertulis Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) menjelaskan berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 terutama dipengaruhi oleh melambatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat. Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh melambat dari 32,0% (yoy) pada November 2015 menjadi 17,9% (yoy) pada Desember 2015, sejalan dengan meningkatnya simpanan Pemerintah di BI terkait penerbitan Global Bond dalam rangka pembiayaan APBN di tahun 2016. “Sementara itu, pertumbuhan kredit pada bulan Desember 2015 mengalami peningkatan menjadi 10,1% (yoy) dari bulan sebelumnya 9,5% (yoy),” seperti dilansir situs bi.go.id di Jakarta, Jumat (29/1).
Suku bunga kredit masih mengalami penurunan, sementara suku bunga deposito meningkat. Pada Desember 2015, suku bunga kredit tercatat sebesar 12,83%, menurun dibandingkan dengan November 2015 sebesar 12,89%. Suku bunga simpanan berjangka 1, 3, 6, dan 12 bulan masing-masing tercatat sebesar 7,60%, 7,99%, 8,54%, dan 8,47% pada Desember 2015, meningkat dibandingkan dengan suku bunga simpanan pada November 2015 sebesar 7,55%, 7,90%, 8,50%, dan 8,44%.














