Oleh: Salamuddin Daeng
Setelah pandora Papers diumumkan, terkuak lah ratusan pejabat publik di seluruh dunia menyimpan uang kotor mereka di surga pajak, uang hasil menjarah kekayaan ekonomi seluruh bangsa di dunia oleh para politisi kotor.
Mereka yang sangat lancang menggunakan kekuasaan untuk berbisnis, bahkan tanpa tedeng aling membisniskan kebijakan publik untuk kepentingan pribadi, bisnis PCR, obat dan alkes ditengah penderitaan umat manusia karena covid 19.
Mereka tidak punya kebangsaan, kapitalistik serakah, medit, dan tak segan segan menggunakan cara haram dalam berbisnis.
Beberapa diantara orang pejabat tersebut adalah elite politik Indonesia, dua diantaranya adalah yang paling berkuasa yakni menko perekonomian dan menko maritiim dan investasi.
Dunia tengah menerima konsekuensi besar oleh digitalisasi.
Para penguasa bandit tidak mungkin lagi menyembunyikan harta haram mereka.
Digitalisasi mengubah segalanya, menjadikan semua makin terbuka dan transparan.
Digitalisasi mengubah segalanya dengan cepat, menusuk dengan pisau bermata ganda, satu sisi menjadi jalur ekspansi atau penguasaan, namun menjadikan segalanya inclusive bagi semua orang, karena tidak ada satu orang pun di dunia yang sanggup menyembunyikan keinginannya lagi.













