Menurut Uchok, hari ini figur Tito seolah sosok yang sempurna, cerdas, nyaris tanpa cacat. Seorang polisi yang berpendidikan tinggi dan memiliki karir serta prestasi cemerlang. Bahkan seolah menenggalamkan figur Hoegeng sebagai polisi yang sederhana, jujur dan bersih.
Meski Tito memiliki prestasi cemerlang, lanjut Uchok, pihaknya pesimis reformasi internal kepolisian bisa berjalan mulus. Karena harus punya keberanian dan nyali tinggi untuk menghapus praktek pratek tradisi polisi yang identik dangan pemeras, pemalak, permainan kasus dan melakukan kekerasan fisik seenak saja kepada rakyat yg sering mengadakan demontrasi.
“Kita pesimis, Tito mampu mendesain polisi tidak dibawah presiden lagi, tapi sudah dibawah kementerian seperti TNI,” jelasnya. ***















