JAKARTA-Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Maret 2014 tercatat sebesar USD276,5 miliar, tumbuh 8,7% dibandingkan dengan posisi Maret 2013.Posisi ULN pada Maret 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD130,5 miliar dan ULN sektor swasta USD146,0 miliar. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan tahunan ULN pada Maret 2014 tercatat meningkat bila dibandingkan dengan pertumbuhan Februari 2014 sebesar 7,5% (yoy). “Pertumbuhan ULN terus mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2013 terutama didorong oleh ULN sektor swasta,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Jakarta, Selasa (20/5).
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ULN pada Maret 2014 dipengaruhi kenaikan posisi ULN sektor swasta dan sektor publik. Posisi ULN sektor swasta tumbuh 12,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,8% (yoy). Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh sebesar 5,1% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,2% (yoy). “Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, pertumbuhan ULN sektor swasta dan sektor publik masing-masing sebesar 1,9% (mtm) dan 1,1% (mtm),” imbuhnya.
Berdasarkan jangka waktu, lanjutnya kenaikan pertumbuhan posisi ULN terjadi baik pada ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek.ULN berjangka panjang pada Maret 2014 tumbuh 10,1% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan Februari 2014 sebesar 9,7% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 2,4% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 2,4% (yoy). Pada Maret 2014, ULN berjangka panjang tercatat sebesar USD229,3 miliar, atau mencapai 82,9% dari total ULN. Dari jumlah tersebut, ULN berjangka panjang sektor publik mencapai USD124,6 miliar atau 95,4% dari total ULN sektor publik dan ULN berjangka panjang sektor swasta tercatat USD104,7 miliar atau 71,7% dari total ULN swasta.












