LEBAK-Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) khususnya produk gula aren dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, terutama Kabupaten Lebak.
Saat ini, perajin gula aren tercatat 11.000 unit usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 22.000 orang. “Kami terus meningkatkan kualitas gula aren juga pemberian sertifikasi organik internasional,” kata Kepala Seksi Aneka Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Sutisna di Lebak, Selasa, (2/5/2017).
Diakui Sutisna, hingga kini menjadikan unggulan warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Selama ini, produksi gula arena menjadikan unggulan masyarakat Kabupaten Lebak karena didukung bahan baku perkebunan aren melimpah.
Produksi gula aren tersebut berkembang di Kecamatan Sobang, Malingping, Panggarangan, Cigemblong, Bayah, Cihara, Cilograng, Leuwidamar, Cibeber, Cijaku dan Muncang.
Kehadiran usaha produksi gula aren dapat memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Bahkan, produksi gula aren dipasok ke sejumlah daerah di Provinsi Banten juga dijadikan buah tangan atau oleh-oleh ke luar daerah.
Selain itu juga gula aren Kabupaten Lebak menembus pasar dunia, seperti Australia, Belanda, Korea Selatan dan Italia.















