Menyikapi kondisi tersebut dan kepastikan kenaikan UMP tahun depan, Asprindo memastikan para peritel akan lebih banyak melakukan efisiensi.
Tindakan itu dilakukan guna menekan posisi keuangan perusahaan agar terus berjalan.
“Artinya semua peritel akan mengarah ke efisiensi. Efisenisi banyak hal, bukan sekedar itu (PHK). Saya Pikir seluruh pengusaha kalau engga kepepet banget engga bakal melakukan itu (PHK), ini kita bicara ritel ya. Jadi artinya diharapkan ada yang tutup ada yang buka, saling nopang. Pokoknya rugi deh. Kalau ditanya optimis selaku pengusaha kita optimis,” terangnya.
Direktur Bina Usaha Perdagangan, Kementerian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno berharap Aprindo dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem ritel dan pertumbuhan ekonomi di tanah air.
“Kementerian Perdagangan RI sangat yakin Aprindo akan menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem ritel di Indonesia, memajukan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menteri Perdagangan sangat menyambut positif diskusi peluang Dan tantangan yang disampaikan Aprindo serta berkomitmen untuk membangun sinergi yang lebih erat kedepannya,” katanya.















