Lebih lanjut dia menambahkan, seserorang yang menerima imunisasi tidak bisa menulari orang lain dari berbagai penyakit.
Sehingga akan tercipta ketahanan sistem kekebalan tubuh di kelompok masyarakat.
“Semakin besar cakupan yang menerima imunisasi, maka akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd imunity,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Vensya Sitohang mengungkapkan, imunisasi sejak dini yang dilakukan secara rutin akan mampu mencegah seseorang terjangkit berbagai penyakit berbahaya.
“Imunisasi melindungi diri dari penyakit berbahaya dan juga aman bagi manusia,” ucapnya.
Menurut dia, vaksin yang diberikan kepada setiap anak saat imunisasi bisa mencegah seseorang terinfeksi virus. Banyak virus berbahaya yang bisa membuat kematian, seperti Tuberkulosis (TBC), rubella, pneunomia, perkusis dan akhir-akhi ini ada kanker mulut rahim.
Pemerintah, lanjut dia, telah memiliki rencana jangka panjang terkait dengan upaya eradikasi atau pemberantasan penyakit berbahaya melalui kegiatan imunisasi.
Salah satu contoh, pada 2006 Indonesia berhasil melakukan eradikasi penyakit polio.
“Eradikasi terlebih dahulu memerlukan upaya mereduksi, lalu ke tahap eliminasi. Hingga saat ini pengembangan vaksin tidak pernah berhenti,” tuturnya.














