Kemudian, segmen usaha kontraktor penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP). PAMA dan KPP (PAMA Grup) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam produksi batu bara dan mineral lainnya, dan pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal).
Sampai dengan bulan September 2024, PAMA Grup membukukan pendapatan bersih sebesar Rp43,6 triliun, naik 11% dari Rp39,1 triliun. PAMA Grup mencatat peningkatan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 9% menjadi 921 juta bcm dan peningkatan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 17% menjadi 111 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 8,3x.
Berikut, segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan September 2024, tambang batu bara TTA mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 8,1 juta ton, termasuk 2,4 juta ton batu bara metalurgi.
Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 10,2 juta ton, 19% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan segmen usaha pertambangan batu bara turun sebesar 14% menjadi Rp20,6 triliun dari Rp24 triliun di periode yang sama pada tahun 2024 dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.









