Selain empat prodi tersebut, Undana juga masih menunggu proses perizinan dari Direktorat Kelembagaan untuk Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan Profesi Psikologi.
“Untuk Program S3 IKM dan Profesi Psikologi sementara menunggu ijin dari Direktorat Kelembagaan. Mudah-mudahan satu dua bulan ini izin bisa keluar,” katanya.
Prof. Annytha menambahkan bahwa Rektor Undana telah menyampaikan rencana tersebut saat kunjungan Direktur Jenderal dan juga dalam audiensi bersama Wakil Menteri beberapa waktu lalu.
“Terkait teknis pendaftaran, semua harus melalui Direktorat Kelembagaan karena itu pintu masuk aplikasi untuk pengajuan prodi baru,” jelasnya.
Anggaran Besar
Pembukaan empat Prodi baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Dari seluruh prodi yang direncanakan, Keperawatan dan Kedokteran Gigi menjadi yang paling besar kebutuhan pembiayaannya.
“Prodi Keperawatan dan Kedokteran Gigi membutuhkan anggaran besar karena berkaitan dengan fasilitas minimal yang wajib dipenuhi,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Prodi Notaris, pihaknya dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 10 Maret mendatang guna menindaklanjuti arahan dan melengkapi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.















