JAKARTA-Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan Indonesia. Sulitnya akses ke daerah terpencil dan ketika bencana menyerang masih menjadi kendala dalam menyebarkan bahan makanan. Hal ini yang membuat pemerintah juga memerlukan inovasi bahan makanan dalam menjaga ketahanan pangan agar tidak bertumpu pada beras saja.
Dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia, Unika Atma Jaya kembali mengadakan Festival Pangan 2019 untuk memamerkan inovasi pangan dari mahasiswa. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Food for Life Survival” dengan mempresentasikan sekitar 12 produk makanan oleh para mahasiswa semester empat dari dua program studi yaitu biologi dan teknologi pangan.
Tema tersebut ingin menampilkan makanan cepat saji yang dapat menggantikan kebutuhkan energi tubuh. Inovasi makanan ini diharapkan berguna saat bencana ataupun untuk dibawa bepergian ke tempat yang sulit akses makanan, seperti daerah perkemahan dan daerah yang terbatas fasilitas.
“Tujuan utama dari program ini agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu mereka melalui teknologi pangan, sehingga dapat menciptakan produk yang inovatif. Tentunya ini untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di Indonesia,” ungkap Diana Lestari, S.Gz., M.Si, dosen pembimbing Fakultas Teknobiologi.














