Peresmian akan ditandai dengan penekanan tombol sirine yang dilanjutkan dengan penandatangani prasasti dan pelepasan ikat kapal LNG Maleo yang membawa LNG terminal Regasifikasi di Provinsi Aceh.
Berikut profil lima proyek Pertamina terintegrasi tersebut :
1. JOB Pertamina Medco Tomori Sulawesi (JOB PMTS), dikelola oleh JOB PMTS yang dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi 50%, PT Medco Tomori E&P 30% dan Tomori E&P Ltd. 20%.Terdiri dari 1 Central Processing Plant (CPP) dengan kapasitas produksi total 310 MMCFD.
2. Kilang LNG Donggi Senoro, dikelola oleh PT Donggi Senoro LNG yang dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi 29%, PT Medco Energi Indonesia 11,1%, dan Sulawesi LNG Development Ltd. 59,9% (75% oleh Mitsubishi Corporation dan 25% oleh KOGAS). Kapasitas kilang 2,1 MTPA, menerima pasokan dari JOB PMTS 250 MMCFD dan dari Matindok pengembangan proyek 85 MMCFD.
3. Pabrik Amonia, dikelola oleh PT Pancara Amara Utama (PAU) dan akan mulai Groundbreaking untuk konstruksi kilang. Kapasitas produksi 0,7 MTPA, menerima pasokan dari JOB PMTS 55 MMCFD.
4. Lapangan GG (PHE-ONWJ), dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North Swest Java (PHE-ONWJ).Kapasitas produksi 31 MMCFD dan 150 barrel kondensat per hari














