Pihak lain adalah para relawan PWKI yang dikoordinir oleh pendiri sekaligus penasihat PWKI AM Putut Prabantoro.
Dalam perbincangan tersebut, kepada Mgr Budi Kleden, Romo Leo Mali menceritakan gagasan untuk mendirikan “Rumah Pengharapan” berawal dari keberadaan group WhatsApp (WA) Sahabat Misionaris Indonesia.
Group WA ini dibentuk saat Covid melanda dunia dan digunakan sebagai sarana berkomunikasi serta membantu para missionaris yang akan kembali ke Indonesia ataupun kembali ke negara asal misi.
Group Sahabat Misionaris Indonesia itu dibentuk pada 3 Juni 2021.
“Bahwa sejak pengalaman selama Covid-19, kita sudah saling membantu agar para misionaris Indonesia yang pulang ke Indonesia tidak mendapat kesulitan, mendapatkan akses ke Wisma Atlet dengan seluruh pelayanan karantina sesuai prosedur Covid-19. Dan . kebersamaan melalui WA itu tetap kami lanjutkan hingga sekarang untuk saling menguatkan,” beber Romo yang kini mengajar di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Sebagai kelanjutan dari kerjasama itu, lanjut Romo Leo Mali kepada Mgr Budi Kleden, kawan-kawan relawan dari PWKI di Jakarta yang diorganisir Putut Prabantoro telah mengambill inisiatif untuk menjemput para misionaris Indonesia yang kembali dari luar negeri.















