Kalau benar partai coklat melakukan itu semua, Usman Hamid pun bertanya darimana sumber daya mereka?
“Dari Mukidi… dari Mulyono… Judi Online… Blok Medan… Tambang Nikel… Tambang Batu Bara…,” kata Usman Hamid mengulangi satu persatu jawaban para hadirin.
Ia lantas menyanyikan sebuah lagu berjudul Sakongsa yang artinya 303, merujuk pada konsorsium judi online.
Syairnya lagu Sakongsa ini, kata Usman Hamid, mengkritik penyalahgunaan kekuasaan, termasuk penegak hukum seperti kepolisian yang memungut pungutan liar dari bandar-bandar narkoba, bandar judi online, termasuk bandar tambang.
Berikut lirik lagunya:
Sakong… Sa
Sakong… Sa
Apakah kuasa, sekeruh berdusta.
Apakah kuasa, selalu berpeluhkosa.
Apakah benar atau salah, begitu tak nyata bedanya.
Apakah tenar dan kuasa, membuatmu jadi dewa.
Sakong… sa
Sakong… sa
Aku angkatan muda, berpangkat senjata kuasa ekstra.
Aku tutor harta-harta, Bandar narkoba. Bandar sakongsa. Bandar-bandar batu bara.
Atas nama negara, aku bisa jadi kaya.
Atas nama negara, aku bisa foya-foya.
Fofa-foya naik jet pribadi….
Kau, terlalu muda. Sumpah setia di negeri kaya.
Tapi kau tewas disiksa, dibawa todongan senjata. Door… Door… (Tujuh kali Josua ditembak)
Dan itu alasanku. Itu cuma cari-cari saja…
Dan itu alasanku, cuma cari-cari saja.













