Sementara itu, ujarnya, ULN berjangka pendek tumbuh sebesar 8,8% (yoy), menurun dari bulan September 2013 (19,2% yoy). Dari sisi kepemilikan, peran dominan ULN jangka panjang terjadi baik pada ULN publik maupun ULN sektor swasta. ULN publik berjangka panjang mencapai USD118,8 miliar atau 94,4% dari total ULN sektor publik. Sementara itu, ULN sektor swasta berjangka panjang mencapai USD97,4 miliar atau 71,3% dari total ULN swasta.
ULN sektor swasta sebagian besar merupakan ULN swasta nonbank yaitu mencapai 83,8%, sedangkan ULN bank hanya mencapai 16,2%. Tiga sektor ekonomi terbesar ULN swasta terarah kepada sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian. Dari sisi kreditur, sebagian ULN swasta merupakan utang kepada afiliasi yaitu mencapai 34,8% dari total ULN swasta. Baik ULN swasta kepada afiliasi maupun nonafiliasi pada Oktober 2013 tumbuh sekitar 11,0% (yoy).
BI menilai, moderasi pertumbuhan ULN Indonesia sejalan dengan perlambatan kegiatan ekonomi domestik. Rasio posisi ULN terhadap PDB di Oktober 2013 tercatat sebesar 29,5% dan berada dalam posisi aman sesuai praktik internasional. “Ke depan, BI memperkirakan perlambatan pertumbuhan ULN masih akan berlanjut sambil terus memantau dengan ketat perkembangan ULN Indonesia, terutama ULN jangka pendek swasta, sehingga tetap optimal mendukung perekonomian Indonesia,” pungkasnya.













