JAKARTA-Bank Indonesia (BI) Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2019 tumbuh melambat dengan struktur yang sehat. ULN Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar 393,5 miliar dolar AS, terdiri dari ULN publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 196,3 miliar dolar AS, serta ULN swasta (termasuk BUMN) sebesar 197,2 miliar dolar AS.
“ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,8% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,9% (yoy), terutama dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto ULN,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Rabu (16/10).
Menurutnya, perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh menurunnya posisi ULN publik dan ULN swasta dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya.
ULN pemerintah tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. ULN pemerintah pada bulan Agustus 2019 tumbuh 8,6% (yoy) menjadi sebesar 193,5 miliar dolar AS, melambat dari bulan Juli 2019 yang tumbuh 9,7% (yoy).
Selain tumbuh melambat, posisi ULN pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya karena berkurangnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing.














