Meski suku bunga sudah diturunkan dan harga property juga merosot, namun tetap tidak laku sebagaimana ekspektasi pengembang. Akibatnya ekonomi China sedang menuju kejatuhan. Pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 7 % pada kwartal I 2015. Tahun depan diperkirakan hanya akan tumbuh 6 % dan tahun tahun berikutnya hanya akan mencapai paling tinggi 4 %.
Kondisi ekonomi China merupakan alaram bagi ekonomi global. Mengapa ? karena jika utang raksasa China jatuh maka puing puing bangunan utang akan menimpa kawasan Asia tanpa ampun ! Krisis 2008 yang melanda ekonomi AS akan kembali terulang di China dalam skala yang lebih besar.
Itulah mengapa International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) dan Asian Development Bank (ADB) secara terburu buru bergabung ke dalam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang dibangun Pemerintah China. Bergabungnya lembaga keuangan global tersebut adalah dalam rangka menopang kejatuhan ekonomi China yang cepat atau lambat pasti terjadi.
Seluruh dana global dimasukkan ke AIIB, termasuk dana Indonesia yang ditempatkan di IMF pada era pemerintahan SBY lalu. Namun ingat ! utang raksasa ekonomi China tidak tertolong. Di Era SBY Indonesia menempatkan uang di IMF senilai 1 miliar US dolar.













