ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Vaksin dan Pemulihan Ekonomi

gatti Reporter : gatti
16 Feb 2021, 1 : 20 AM
3k 127
0
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, MH Said Abdullah

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, MH Said Abdullah

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Makin cepat pemulihan ekonomi sebuah negara, makin besar peluang negara tersebut untuk mendapat limpahan investasi dan aliran modal masuk.

Beberapa negara menunjukkan keberhasilan penanganan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi yang cepat.

Vietnam yang memiliki kasus Covid-19 paling sedikit di Asia Tenggara, pada triwulan IV 2020 mampu tumbuh sekitar 4,5 persen.

BacaJuga :

Puradelta Lestari (DMAS) Catat Marketing Sales Rp1,6 Triliun pada 2025

Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Tingkok juga menunjukkan segera pulih, dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020 sebesar 6,5 persen.

Tapi bagi negara-negara yang tingkat penyebaran Covid-19 masih tinggi, pertumbuhan ekonominya masih melambat.

Amerika Serikat pada Triwulan IV 2020 masih terkontraksi -2,5 persen, begitupula Uni Eropa yang mengalami gelombang kedua Covid-19, kontraksinya makin dalam sebesar -4,8 persen.

Kita sangat berkepentingan untuk bisa pulih lebih cepat dibandingkan dengan beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, China dan negara-negara Uni Eropa.

Mengingat, saat ini negara-negara emerging market termasuk Indonesia, sedang menikmati aliran modal dari pasar Internasional, akibat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang memberlakukan quantitative easing (QE) dengan melakukan pembelian obligasi besar-besaran, guna menambah likuiditas serta membangkitkan perekonomian AS yang mengalami resesi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19).
BI dan Pemerintah perlu waspada terhadap titik balik kebijakan moneter di Amerika tersebut.

Kebijakan QE tidak selamannya akan berlangsung, karena akan sangat tergantung dengan kondisi perekonomian Amerika sendiri.

Kita perlu mengantisipasi kapan The Fed akan mulai mengurangi QE hingga akhirnya menghentikan, Kebijakan tersebut akan memperkuat USD dan membuat mata uang lain terpuruk atau yang dikenal dengan istilah “taper tantrum”.

Kebijakan taper biasanya akan diikuti dengan normalisasi kebijakan moneter dengan menaikan suku bunga The Fed.
Jangan sampai dampak taper tantrum kembali membuat Rupiah terpuruk.

Seperti pengalaman tahun 2013, sejak The Fed mengumumkan tapering Juni 2013, nilai tukar rupiah terus merosot, pada akhir Mei 2013 kurs rupiah berada di level Rp 9.790/USD, kemudian pada 29 September 2015 menyentuh level terlemah Rp 14.730/USD, hanya dalam waktu dua tahun terjadi pelemahan lebih dari 50 persen.

Oleh sebab itu, perekonomian kita harus segera pulih dan tumbuh lebih tinggi, agar mampu menghadapi tantangan yang lebih berat kedepannya.
Penutup

Satu-satunya cara untuk menjawab keraguan Bloomberg terhadap kemampuan vaksinasi yang kita miliki adalah mampu melaksanakan vaksinasi dalam kurun waktu kurang dari dua tahun kedepan, seperti yang sudah direncanakan oleh Pemerintah dalam roadmap vaksinasi.

Saat ini keberhasilan vaksinasi menjadi game changer bagi pemulihan ekonomi nasional, hal ini tidak bisa dilepaskan dari kemampuan suatu negara dalam menangani Covud-19 berbanding lurus dengan pemulihan ekonominya.

Kita juga punya kepentingan untuk pulih lebih cepat, agar mampu memanfaatkan aliran modal masuk ke pasar dalam negeri, memperkuat fundamental ekonomi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, sebelum badai Kembali datang.

Penulis adalah Ketua Badan Anggaran DPR RI dan Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian

Halaman :
Sebelumnya123
Tags: Menkeu Sri Mulyani IndrawatiMH Said AbdullahPresiden Joko Widodo
Share1290Tweet807SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Surplus Neraca Perdagangan USD1,96 Miliar

Berita Selanjutnya

2020, Laba BTN Meroket 665,71%

Berita Terkait

Kontestasi Pemilihan dan Keadilan Sosial
Nasional

Menguji Kesetaraan Kompetisi dalam Pemilu

11 Feb 2026, 5 : 49 PM
KIJA Incar Marketing Sales di 2022 Capai Rp1,7 Triliun
PROPERTI

Jababeka (KIJA) Cetak Marketing Sales Rp3,6 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

10 Feb 2026, 8 : 40 PM
Kuartal I-2024, DMAS Raup Marketing Sales Rp 560 Miliar
PROPERTI

Puradelta Lestari (DMAS) Catat Marketing Sales Rp1,6 Triliun pada 2025

10 Feb 2026, 8 : 27 PM
Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka
Opini

Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

10 Feb 2026, 8 : 05 PM
Graha Andrasentra Propertindo Merugi Rp46,42 Miliar pada 2025, Meningkat 74,18%
PROPERTI

Graha Andrasentra Propertindo Merugi Rp46,42 Miliar pada 2025, Meningkat 74,18%

9 Feb 2026, 2 : 31 PM
Disiplin Organisasi PDI Perjuangan
Makroekonomi

Said Abdullah: Presiden Perlu Pimpin Perbaikan Sektor Keuangan dan Fiskal

8 Feb 2026, 6 : 16 PM
Berita Selanjutnya
2020, Laba BTN Meroket 665,71%

2020, Laba BTN Meroket 665,71%

Said Abdullah: Vaksinasi Pandemi, Faktor Penentu Pemulihan Ekonomi

Said Abdullah: Vaksinasi Pandemi, Faktor Penentu Pemulihan Ekonomi

Sinyal Fed tapering atau pengurangan stimulus dari bank sentral Amerika Serikat sepertinya terlihat semakin jelas akan berlangsung di kuartal keempat ini. Kenaikan Fed Rate diproyeksikan akan maju lebih cepat dan terjadi di tahun 2022, menjadi 0,50%.

Kapan Saatnya Diversifikasi Investasi ke Reksa Dana Saham?

Berita Populer

  • Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

    Kematian YBS dan Gestur Politik Murahan Bupati Sikka

    3293 shares
    Share 1317 Tweet 823
  • Turun 0,07%, IHSG Pagi Ini ke 7.929,744 Terbebani Saham BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, TLKM dan UNVR

    3253 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • IHSG Pagi Ini Naik 0,67% ke 8.201,709 Diungkit Saham TLKM, ASII, UNVR, BBCA, BBRI, BMRI dan BUMI

    3253 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • IHSG Sesi I Anjlok 2,83% ke 7.874,416 Akibat Rontoknya Saham BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, ASII, BUMI dan DEWA

    3252 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • Sinergi Inti Andalan (INET) Akuisisi 53,57% Saham PADA Senilai Rp106,30 Miliar

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812

Opini

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Menjadi Pjs Direktur Utama BEI

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Menjadi Pjs Direktur Utama BEI

11 Feb 2026, 7 : 08 PM
Induk Dukung Ekosistem Digital Syariah, Saham BTPS Melambung di Sesi Pagi

Bank BTPN Syariah Bukukan Laba Rp1,2 Triliun pada 2025, Naik 13,15%

11 Feb 2026, 6 : 26 PM
Ekonom BMRI Proyeksikan Ekonomi Indonesia di 2025 Tumbuh 5%

Bank Mandiri Salurkan Bansos Rp15,1 triliun kepada 7,45 Juta KPM pada 2025

11 Feb 2026, 6 : 19 PM
Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez: Bukti Semangat Bela Negara Ada di Seluruh Pelosok Nusantara

Kepahlawanan Herman Yoseph Fernandez: Bukti Semangat Bela Negara Ada di Seluruh Pelosok Nusantara

11 Feb 2026, 6 : 16 PM
Bidik Penjualan USD190 Juta, PMMP Siap Bangun Pabrik Pakai Dana IPO

Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Catat Rugi US$122 Juta pada 2025

11 Feb 2026, 6 : 11 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.