Pada akhirnya, Lazarus mengatakan, keputusan final mengenai siapa calon yang pantas diusung Partai Demokrat diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat. 
Mekanisme selanjutnya adalah, setelah Bang Teguh lolos verifikasi faktual, akan mengikuti tahap interview oleh 12 panelis yang akan menguji para bakal calon yang telah lolos tahap verifikasi.
Para bakal calon, termasuk Bang Teguh akan diuji pemahamannya tentang tata kota yang baik, tentang tata kelola pemerintahan dan banyak aspek lainnya. ” Kami Demokrat mencoba untuk menjaring calon-calon yang kredibel pada akhirnya yang akan kami sajikan kepada DPP. Domain kami hanya sebatas interview, kami menyajikan kandidat selebihnya keputusan DPP melalui Majelis Tinggi yang akan memilih yaitu SBY,” jelas Lazarus.
Diketahui, Majelis Tinggi Partai Demokrat terdiri dari 14 anggota yang diketuai oleh SBY.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bang Teguh usai rumahnya disambangi oleh tim verifikasi dari DPD Demokrat Jakarta mengungkapkan sangat menghargai prosedur yang diterapkan oleh Partai Demokrat untuk melakukan verifikasi faktual di kediamannya. Apalagi verifikasi dilakukan dengan sangat terbuka. Ia mengaku apabila pada akhirnya Partai besutan SBY ini mengambil kebijakan yang berbeda dengan kehendak dirinya, maka ia akan legowo, karena menurutnya Partai Politik memang biasanya punya strategi tersendiri.
“Kalau misalnya SBY mengusung orang yang tidak ikut penjaringan, itu tidak masalah. Namun saya ini percaya pada partai politik walaupun saya bukan orang partai karena profesi melarang kita menjadi bagian dari partai politik,” tegas Bang Teguh yang berlatar belakang pers dan akademisi ini.













