Saya memberikan sambutan mewakili salah satu kelompok studi yang menyelenggarakan launching buku tersebut.
Untuk menyapa Melki yang turut hadir, saya sempat berujar, “Pak Melki, kita sedang berada dalam kampus dan yang sedang berbicara di sini seorang wartawan.
Kampus dan media pastilah akan menjadi mitra strategis serentak kritis bagi posisi Pak Melki sebagai wakil rakyat”
Para hadirin bertepuk tangan. Saya malah yang merasa, jangan-jangan pernyataan saya terlalu keras.
Lalu, tibalah kesempatan bagi Pak Melki untuk juga memberikan semacam sambutan pada acara tersebut.
Setelah mengapresiasi acara launching buku, Pak Melki juga meyatakan dengan lantang: “Aji Gusti yang baik dan teman-teman sekalian.
Bagi saya, kritik adalah vitamin. Kita sama-sama mencintai bangsa ini, mencintai daerah kita. Mari kita bekerja sama sesuai dengan status dan peran kita masing-masing”
Saya semakin yakin bahwa Melki menempatkan kritik sebagai vitamin saat pandemi covid-19 melanda bangsa ini dan seluruh dunia.
Melki sebagai wakil ketua komisi IX DPR-RI sangat-amat sibuk memastikan Indonesia punya daya tahan pada serangan virus tersebut. Melki harus beraktivitas dari pagi hingga larut malam.
Beberapa kali kami bertemu di studio televisi tempat saya bekerja.













