“Saya yakin, pengguna cable car tidak akan sepi tiap harinya, karena bukan hanya setiap liburansaja jalan menuju dua wilayah tersebut sangat macet, tapi pada hari kerja juga sama macetnya,” ungkapnya.
Pada tahun 2014, jumlah wisatawan tertinggi yang mengunjungi Jatim berasal dari negara di Asia yakni Malaysia sebanyak 53.096 wisatawan, Singapura 26.017 wisatawan dan China sebanyak 16.907 wisatawan.
“ Angka tersebut akan meningkat apabila infrastruktur ke tempat wisata diperbaiki, apalagi dengan adanya cable car pasti akan semakin bertambah, “ paparnya
Gus Ipul menambahkan bukan hanya disektor pariwisata saja yang bisa dikerjasamakan dengan investor asing, akan tetapi juga sektor pendukung lainnya seperti perdagangan, hotel dan restauran, industri makanan, bahan kimia, gas, industri tekstil dan mesin industri.
“Jatim mempermudah investor dalam menanamkan modal di Jatim. Pemprov Jatim memberikan government guarantee meliputi kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, pembangkit energi, dan tenaga kerja, “ tambahnya.
Ia menuturkan, Jatim menjadi primadona sebagai destinasi untuk berinvestasi.
Jatim menjadi penghubung Indonesia kawasan timur. Sekitar 130 juta penduduk Indonesia wilayah timur, logistiknya dipenuhi oleh Jatim.














