“Program integrasi Link tersebut telah berjalan selama 2 tahun sejak diluncurkan pada 2021 lalu. 2 tahun ini merupakan percepatan yang luar biasa. Saya harap ini menjadi akses yang mempermudah, mendorong program-program yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.
Menyasar infrastruktur pembayaran yang memfasilitasi perkembangan teknologi adalah langkah strategis untuk memposisikan Indonesia sebagai digital nation yang siap menghadapi berbagai tren inovasi digital.
Meski begitu, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih cukup tinggi setiap tahunnya.

Hal ini mempertegas signifikansi keberadaan jaringan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan CRM (Mesin Setor Tarik) dalam mendukung kelancaran transaksi keuangan.
Dalam menjawab tantangan tersebut, Kementerian BUMN mendorong HIMBARA untuk melakukan inovasi dengan mengintegrasikan secara bertahap seluruh mesin ATM dan CRM di bawah pengelolaan Jalin.
Hal ini bertujuan untuk menyatukan empat layanan bank menjadi satu layanan yang terpadu (Link).
Dengan demikian, manfaat perluasan jaringan ATM Link ke depan dapat mendukung penyebaran ATM Link secara merata dari seluruh provinsi sampai ke tingkat kabupaten/kota.
Dalam acara tersebut, Kementerian BUMN, HIMBARA, dan Jalin juga memperkenalkan tampilan baru ATM Link dengan tujuan memperkuat posisi mereknya, sehingga ATM Link dapat memberikan kesan yang lebih fresh dan berbeda kepada masyarakat Indonesia.
Melalui wajah baru ini, juga mencerminkan sebuah komitmen untuk meningkatkanpengalaman berinteraksi dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Konsolidasi ATM Himbara menyampaikan, langkah ini merupakan upaya untuk meningkatkan sinergi shared service BUMN perbankan dengan mengintegrasikan kemampuan serta sumber daya yang
dimiliki.
Komitmen ini dirancang dan diimplementasikan untuk memastikan bahwa seluruh nasabah Himbara dapat value added yang lebih baik.
Saat ini, jaringan ATM Link mengoperasikan lebih dari 50 ribu unit ATM milik Himbara yang sekaligus menjadikannya sebagai jaringan terbesar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ke depan, dengan adanya integrasi dan pembaruan tampilan ATM Link ini, para nasabah dapat memiliki pengalaman yang sama saat bertransaksi di jaringan Link manapun tanpa adanya perubahan fitur dan tarif layanan.
Sebagai perusahaan penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran terdepan, Jalin berperan dalam melakukan integrasi di seluruh ATM Link secara bertahap.
Direktur Utama Jalin Ario Tejo Bayu Aji menyampaikan apresiasi pada Kementerian BUMN serta Himbara karena telah mempercayakan amanah tersebut kepada Jalin.
“Kami sangat bangga dapat mendukung integrasi dan pembaruan tampilan pada ATM Link secara bertahap. Layanan keuangan yang inklusif serta efisien adalah komitmen Himbara dan Jalin dalam mendukung Kementerian BUMN sebagai agen penciptaan nilai dan pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional“ tutup Ario.













