“Mari bersama kita jaga dan terus rawat kerukunan dan keharmonisan,” pesan Wali Kota
Kegiatan ritual dipimpin langsung oleh Ida Peranda Gde Putra Sidemen dari Grya Ciledug dan melibatkan semua unsur organisasi keumatan dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang baik.
Ketua Yayasan Tirta Bhuana, Made Prinsip, “Kemajuan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi dan keterlibatan seluruh anak bangsa”, termasuk masyarakat Hindu Indonesia.
“Kehadiran gedung ini diharapkan menjadi ruang belajar yang baik bagi pelajar untuk membangun manusia Indonesia yang modern,” ujar Made Prinsip.
Ketua PHDI Kota Bekasi Gusti Made Ruditha menjelaskan keberadaan pasraman dan gedung serbaguna yang layak dan memdai sangat dibutuhkan umat Hindu di Bekasi dalam rangka menyiapkan fasilitas pendidikan infomral penyelenggaraan pendidikan agama Hindu.
“Dengan pertimbangan mengatasi kesulitan mendapatkan nilai agama bagi siswa siswi yang sekolahnya tidak menyiapkan agama Hindu,” ucap Rudhita.
Menurut Rudhita, seiring perkembangan umat Hindu di Kota Bekasi dan sekitarnya maka keberadaan pasraman dan gedung serbaguna bagi siswa siswi Hindu mulai SD, SMP bahkan sampai SMA.
Peserta didik yang awalnya hanya 60 sampai 80, tahun 2000 berkembang siswa siswi 523 orang.















