JAKARTA-Indonesia dalam 5 tahun belakangan ini tengah menikmati surplus perdagangan sebesar USD 2,43 Miliar year on year (yoy).
Hal ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi Indonesia untuk makin meningkatkan eksportasi nasional sebagai langkah percepatan ekonomi yang strategis.
Terlebih dengan adanya Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan diadakan di Indonesia pada 2022, momentum tersebut perlu di akselerasi lebih kuat agar kekuatan ekonomi Indonesia dapat lebih diakui di mata dunia, serta memberikan posisi yang lebih menguntungkan dalam hal free trade agreement mendatang.
Dalam Webinar Online Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU), Kamis (6/1), penguatan UMKM dan langkah strategis dalam mendukung G20 Indonesia dibahas secara eksklusif.
Webinar tersebut dihadiri oleh diantaranya Wamendag Jerry Sambuaga, Deputy Chief of Mission KBRI Tokyo Tri Purnajaya, Muhammad Hadianto selaku Sekretaris Tim Substansi SHERPA G20 Indonesia, Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo, dan ratusan partisipan Perwakilan KBRI, Diaspora, Pelaku UMKM dan jajaran organisasi lain baik pemerintah dan non pemerintah.
“Keketuaan Indonesia dalam G20 ini merupakan suatu kesempatan yang sangat luar biasa,” buka Yoyok.













