“Momentum ini sangat langka, karena sebagaimana diuraikan di awal tadi, sebagian besar kekuatan ekonomi dunia dan perdagangan dunia ada dalam forum ini. Dengan adanya keketuaan ini, kita perlu benahi untuk mencapai kebijakan-kebijakan baru yang dapat mempermudah ekspor produk UMKM Indonesia ke 19 negara lain,” ungkap Yoyok.
Merujuk ke arahan Presiden Jokowi terkait G20, sangat diharapkan bahwa manfaat G20 tidak hanya dapat dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar saja, namun juga UMKM.
“Menyambut hal itu, KOPITU menyiapkan sebuah Marketplace yang beranggotakan para pelaku usaha dari ke 20 negara peserta G20. Diharapkan dengan adanya hal ini, dapat memunculkan diskresi dan penunjang dalam proses ekspor impor terutama bagi pelaku UMKM,”lanjutnya.
Menurut Hadianto, isu-isu terkait UMKM akan dibawa secara menyeluruh dalam G20 nanti melalui jalur-jalur keuangan dan non keuangan.
“Pemberdayaan UMKM lokal juga menurut saya sangat penting untuk meramaikan pagelaran G20 di Indonesia,” tambahnya.
“Kami selaku perwakilan Indonesia di Tokyo juga turut mengupayakan peningkatan ekspor bagi UMKM, tentunya dengan adanya kuras-kurasi untuk produk apa saja yang dapat masuk ke pasar Jepang. Kami juga menggait beberapa pihak untuk bekerja sama, dan nantinya kami harap akan ada berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh para UMKM. Contohnya program kerja yang sudah kami lakukan ada Diasporapreneur dan UMKM Centre. Nantinya kita akan bisa sinergikan dengan KOPITU dan program Expora dari BNI,” ungkap Purnajaya.













