JAKARTA-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bisa menjadi pilar ekonomi menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015. Namun, untuk itu, pengelolaanya harus betul-betul profesional. “BUMD tidak lagi bisa menjadi tempat penitipan birokrat yang tidak berprestasi. Harus dikelola para profesional yang mumpuni,” katanya.
Ia mengemukakan hal itu kepada Pengurus DPP BKS-BUMD-SI di Kantor Wapres, Istana Merdeka, Selasa (25/11).
Pengurus organisasi yang memayungi para pengelola BUMD dari berbagai asosiasi sektoral itu menghadap Wapres berkaitan dengan rencana BUMD EXPO & STRATEGIC FORUM 2014 yang akan berlangsung di JX International, Surabaya, 17-19 Desember mendatang. Rombongan BKS BUMD SI dipimpin Ketua Umumnya Arif Afandi.
Menurut Arif, Wapres sangat berharap BUMD yang jumlahnya lebih dari 1000 di seluruh Indonesia ini bisa ambil bagian penting dalam perekonomian nasional. Namun, untuk itu diperlukan revitaliasasi pengelolaan. “Tidak hanya itu. Kalau perlu bisnisnya juga harus direvitalisasi,” tutur Dirut Wira Jatim Group itu menirukan JK.
Misalnya, BUMD yang punya aset di tengah kota mungkin tidak harus bertahan di bisnis yang lama. Ia bisa beraloh ke bisnis property yang lebih memberikan keuntungan bisnis.














