“Kita bersyukur seperti pemilu yang baru lalu, banyak pandangan-pandangan yang berbeda tapi pada akhirnya dapat diselesaikan secara demokratis, sehingga membawa berkah yang baik untuk bangsa ini,” ucap Wapres.
Wapres menambahkan bahwa bangsa Indonesia tidak ingin memiliki sejarah kelam sebagaimana banyak terjadi di negara-negara Islam lainnya. Sehingga terjadi konflik internal atau antar negara yang membahayakan keberlanjutan negara itu, seperti di Timur Tengah, Afrika, dan negara Islam lainnya.
“Sejarah Islam yang kita pahami semuanya, bukan dengan perang, invasi, tapi dengan damai. tidak banyak pengembangan Islam di banyak bagian di dunia ini, seperti Asia Tenggara, (Islam) berkembang dengan damai, kita banyak mengetahui bagaimana dakwah Walisongo yang menyentuh masyarakat,” tandas Wapres.
Tantangan kedua menurut Wapres ialah pandangan muamalah sederhana, intinya selama tidak haram, halal, selama halal, maka syar’i, sehingga tidak perlu mempersulit, karena apabila kita banyak perdebatan, maka kita tidak menjalankan tetapi hanya banyak berdebat.
“Tantangannya, disamping kita ingin menggerakkan atau menjalankan ekonomi syariah, sebenarnya selalu berpendapat sederhana, sebenarnya Pak Kiai. pandangan Muamalah sederhana “Selama tidak haram, dia halal, dia Syar’i, kan begitu Pak (Makruf), ya?, karena kalau kita pertentangkan, nanti kita habis berdebat,” ucap Wapres.













